Mengalihkan Fokus

Euforia pemilihan capres dan cawapres kali ini terasa begitu seru. 2 Partai yang sebelumnya pernah berkoalisi kini pecah dengan membawa wakilnya masing-masing. Membandingkan diantara keduanya merupakan hal yang rumit, karena kelebihan dan kekurangan pada diri masing masing capres tidak bisa dipisahkan dari kelebihan dan kekurangan partai pengusung dan misi perseorangan yang mereka emban.

Menilai paket capres sendiri  tanpa memperhatikan partai pendukung akan menghasilkan penilaian yang 50-50. Masing-masing calon memiliki kekurangan yang spesifik: masalah Abuse of Power dan masalah Commitment. Saat memilih nanti beberapa orang memiliki kecenderungan untuk menghitung masalah mana yang bisa di toleransi.  Masalah abuse of power mendatangkan ketakutan bahwa masa depan Indonesia akan tergambar seperti jaman orde baru yang terkekang dan terkungkung oleh kontrol, sedangkan masalah commitment mendatangkan ketakutan bahwa masa depan indonesia berada di tangan orang yang tidak bisa di percaya.

Kelebihan masing-masing calon terletak pada kharisma keduanya. Gambaran yang terlihat adalah salah satu sebagai patriot pembela negara sedangkan yang lain adalah sebagai representasi kesederhanaan rakyat. Keduanya menghasilkan daya tarik yang mempesona pendukung yang memiliki tipe kepemimpinan ideal yang sesuai di benak mereka. Sedemikian hebatnya daya tarik ini sampai menciptakan pendukung-pendukung loyal, yang siap maju di medan perang dunia maya untuk saling mempertahankan kejayaan idolanya. Tak hanya di dunia maya, langkah nyatapun mereka ambil dengan melakukan dukungan di dunia nyata melalui dialog dan diskusi, hingga sumbangsih materiil untuk masing-masing calon yang menjadi idola. manis ya.

Kelebihan cawapres terletak pada wawasan dan pengalaman keduanya di pemerintahan. Keduanya mumpuni, keduanya hebat, kekurangan calon yang satu adalah masalah keadilan hukum yang bagi beberapa pihak tidak pas, kekurangan calon yang lain bagi sebagian orang adalah masalah performa dan usia.

Menilik partai pengusung akan membuat pilihan menjadi lebih rumit, pernyataan yang umum adalah, kenapa si A didukung oleh partai X. Saat si A sudah sreg di hati ternyata hal-hal tentang partai pengusung (X) serba tidak pas semua. Dari image buruk tokoh tokoh vokal partai tersebut, hingga agenda besar/ideologi partai pengusung yang serba tidak sesuai dengan pilihan/nurani kita.

:).

satu yang pasti adalah kita harus mengetahui alasan yang pasti kenapa kita memilih. supaya bisa jadikan pembelajaran kedepan saat tiba waktunya untuk mengevaluasi pilihan kita.

sedangkan terkait dengan perilaku-perilaku sosmed yang negatif, mungkin salah satu saran adalah dengan mengalihkan fokus. membaca semua share-share  dan mengikuti bagaimana beberapa para pendukung berinteraksi dengan tata bahasa yang kurang baik akan menghabiskan banyak waktu dan bisa bikin emosi. Kembalilah ke hobby, kembalilah ke text book yang menunggu, kembalilah ke tulisan-tulisan produktif di blog, atau film-film yang menunggu untuk di download. Kembalilah sejenak, sebelum kembali ke pekerjaanmu. Pekerjaan yang benar-benar berpengaruh baik untuk dirimu sendiri maupun orang sekitar, syukur-syukur kalau pekerjaan itu berpengaruh baik untuk bangsa ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s