Panas

Sudah sekian lama saya berdiam diri.. duduk tak bergerak dalam sudut.
Ada sebuah kenyamanan aneh yang akhir ini kurasa.
Kenyamanan untuk diam tak bergerak.
Aneh nya . . Keberadaanmu justru meningkatkan kenyamanannya, atau boleh juga kusebut keengganan
seindah apapun kamu.
kenyamanan untuk diam ini adalah hal yang berbeda.
Kamu terlalu humble untuk memanasiku.
Dan Kalaupun kamu bisa memanasiku.. Maka renponku mungkin tak akan positif

Namun detik ini aku merasa panas
Melihat mereka yang berjuang dan berdoa dengan keras
Mendapatkan hasilnya
Panas
Anehnya aku meresponnya dengan positif,
Aku tertawa riang dan bangga untuk mereka,
Dan Aku menyeringai kecil untuk diriku sendiri,
Seringai yang diingiri rasa malu yang besar namun juga rasa senang,
Karena aku telah dibuat panas,
Entah susah bagi aku untuk melukiskan rasanya,
Nampaknya sementara ini
Panas ini akan kugunakan sebagai alasanku bergerak,
Sedikit demi sedikit membuat ruang,
Ya..
Aku punya ruang dan ekspansinya tak terbatas,
Dengan panas ini aku akan melelehkan tiap batasannya,
Batasan-batasan kecil yang aku buat sirna,
Aku … sedang dalam keadaan yang sangat baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s