Pertanyaan untuk dirimu sendiri

Percakapan itu tetap membuatku bangun dan menjagaku tetap konsen walaupun jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Mengendarai apapun haruslah konsen dan fit. pertanyaan yang membuatku tetap terbangun adalah pertanyaan yang tidak bisa aku jawab.

Pertanyaan untuk dirimu sendiri
Pertanyaan untuk dirimu sendiri

“Bagaimana saranmu kawan?, “aku harus bagaimana dengan keadaan seperti ini?”, Katamu. Malam itu aku terdiam sejenak.
“Pertanyaanmu bukanlah pernyataan yang bisa kujawab”, aku berdalih.
“Pertanyaan semacam itu hanya bisa dijawab oleh masing-masing orang, oleh dirimu sendiri”, kataku.
“Kamulah yang paling mengetahui kapasitasmu, kamulah yang paling mengetahui yang kamu inginkan, kamulah yang mengetahui tujuanmu”. “Apa tujuanmu?”, kataku dengan nada yang rada meninggi.

“Aku ingin menyelesaikannya..”, Katamu.
Saat mendengar itu aku sempat merasa senang. Kamu.. punya tujuan, kamu tau itu.
Namun tiba-tiba kamu berkata “Bisa ga ya tapi..?”

Mendengar pertanyaan itu akupun memberondongmu dengan cerita keberhasilan Yohannes Surya dalam menjadikan anak-anak dari tempat terpencil sana, menjadi anak yang berprestasi, level internasional. Aku berharap, cerita tadi bisa menginspirasimu, bahwa siapapun, dengan cara dan jalan yang tepat, sangat mungkin baginya untuk maju dan berhasil. Dalam hal ini, kalau kamu mau, kamu pasti bisa. Tujuanmu memang besar, tapi ini masalah kemauan dan kemudian masalah adaptasi dan ketekunan.

Kamu, sejauh yang aku tangkap dari setiap percakapan kita, sudah tau pasti apa yang terjadi dengan dirimu. kamu tahu kekuranganmu, kamu tau kamu punya cara kamu sendiri dalam melakukan sesuatu, kamu tau hal-hal yang kamu sukai. Dan dari ceritaku, kamu tau bahwa dunia itu tidak ideal, dan bahwa dalam melakukan apapun kita memiliki konstrain waktu. Dan bahwa berfikir praktis merupakan salah satu cara yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan konstrain waktu. Kamu tau itu, dan kamu bahkan memberiku contoh tentang bagaimana anak yang memiliki komputer dan mencoba membuat power point, akan lebih cepat belajar daripada anak yang tidak memilikinya dan hanya belajar dari teori saja. Aku bahkan tidak terpikir untuk memberimu contoh itu. Kamu telah memberi contoh yang sangat baik untuk dirimu sendiri.

Sekarang yang harus kamu lakukan adalah menerima dunia dengan baik buruknya dan menghadapinya. Bahwa pada titik tertentu ada tantangan yang menuntut kamu keluar dari cara yang biasa dan tidak kamu sukai. Bahwa untuk tujuan tertentu ada hal-hal yang harus kamu korbankan. Bahwa dalam hidup ini kadang kita membuat trade off trade off. We cant have all things we want at once, But we may have one that means everything. Bahwa kadang kita harus bisa menyesuaikan diri dengan cara-cara yang mungkin baru, yang mungkin kita tidak sukai demi mencapai apa yang kita inginkan. Bahwa kadang kita harus bisa bertahan dengan teguh dalam melakukan sesuatu, sedemikian teguhnya sehingga kita bisa menyelesaikannya.

Pertanyaanmu tadi, kuharap kamu bisa menjawabnya sekarang. Syaratnya.. kamu harus jujur pada dirimu sendiri, bahwa sebenarnya kamu tau jawabannya dan mau menerima jawaban tersebut. Sekarang kamu bisa memulainya dan kamu akan mencapai apa yang kamu ingin selesaikan. Enough said 🙂.

Purworejo, 14 Oktober 2013
*Percakapan dengan salah satu sahabatku.. Kami yakin, kamu mampu menghadapi dunia..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s