Bukan Urusan Saya

Pernah suatu saat di suatu gedung saya dan teman saya melihat ada sampah yang diletakkan di lokasi yang ngga banget. Ada ruang tunggu dengan sofa merah yang empuk dan lembut untuk diduduki, di atas dudukan sofa tersebut ada kertas yang sudah diremas-remas dan ada gelas plastik bekas air mineral yang berisi acar, di atas gelas tersebut ada hewan-hewan kecil yang suka mengerubuti makanan (saya tidak tau namanya). Dari hewan inilah sebenernya kami tau lokasi gelas itu, karena letaknya agak di pojok dan ditaruh di atas sandaran sofa tersebut. Kami merasa rada aneh saat itu, karena waktu itu pagi hari, seisi ruangan, kecuali sampah tadi nampak bersih. Jelas OB sudah menyapu lantai, menjalankan tugas hariannya. Sayapun jadi berpikir apakah ini yang kami kira sampah adalah bukan sampah, sengaja di taruh di sana oleh seseorang, dan mungkin teman saya memiliki pikiran yang sama dengan saya. Maka, pada hari pertama saya tinggalkan saja sampah tersebut ditempatnya.

Pada hari kedua, dengan kondisi yang sama, yaitu lantai yang bersih, terlihat sudah disapu/dipel, saya tetap melihat sampah itu ada pada tempatnya. bersama hewan-hewan yang mengerumuninya, saya merasa aneh tapi tidak tergerak untuk membuangnya karena saya belum yakin apakah itu sampah.

Pada hari ketiga saya masih melihat remasan kertas di tempat semula, namun saya sudah tidak lagi melihat gelas bekas air mineral yang kemarin saya lihat. Dalam hati sayapun senang, berarti si OB udah memperhatikan kebersihan sofanya, tapi kok remasan kertasnya masih ada ya? Setelah saya duduk di sofa tersebut, dan mengamati keadaan sekitar, kecewalah saya, ternyata gelas bekas tadi hanya terjatuh ke samping sofa, beberapa hewan kecil juga masih mengerumuni gelas tersebut. Ini si seksi kebersihannya kok ngga perhatian gini yak? pikir saya, sembari meninggalkan tempat tersebut. Karena sudah terjatuh di lantai, mungkin nanti bakal terlihat oleh OB saat dia nyapu, dan saya dalam hati berharap sampah tersebut sudah tidak ada esok paginya.

Ternyata eh ternyata… esok paginya.. sampah tersebut masih ada aja di sana. Uhh… jorok amir sih ini OBnya ga bersih-bersihin sampah.. batin saya.

Tiba-tiba saat saya membatinkan hal tersebut, salah satu teman saya datang dan mengeluhkan hal yang sama..

“Parah banget ini yak.. Udah 4 Hari sampah kagak disapu.. Masa tempat bagus kayak gini ngga ada yang bersiinnya..”, “Tapi sebenernya kita juga salah juga sih, udah 4 hari ngeliat kaya begini kita juga diem aja”
“Iya, gara-gara itu bukan tugas kita kan?”
“Emang iya sih, ini situasi emang persis ama yang terjadi sekarang ini.. ketika orang-orang berpikir sempit cem gini”
“Pantes aja banyak yang ngga beres dimana-mana”
“Yaudah buang yuk”
“Nggak ah, lo aja yang buang”
“Yaudah deh liat besok aja”

….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s