Goa Pindul dan Kali Oyo

Berjumpa lagi dengan saya, hafidh al afif. Kali ini pada awal januari saya akan menceritakan mengenai wisata goa pindul dan kali oyo.

Wisata Goa Pindul dan Kali Oyo terletak di provinsi Yogyakarta, desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Wisata Goa Pindul merupakan wisata cave tubing, yaitu perjalanan melewati Goa yang di dalam goa tersebut dialiri sungai. Untuk mengemati goa disediakan ban-ban dan pelampung yang dapat dinaiki dan kita akan bareng-bareng di arahkan masuk ke dalam Goa.

Untuk mencapai tempat wisata ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam dari pusat kota Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor. Jalan untuk mencapai daerah wisata ini juga sangat bagus dan sangat dapat ditempuh menggunakan mobil, bahkan bis.  Jalur yang ditempuh adalah jalur yang naik turun dan berbelok khas pegunungan. Mirip dengan perjalanan ke ciwidey atau gunung tangkuban perahu bagi yang pernah, hanya saja ini dilakukan pada jalan yang lebih lebar, nggak macet 🙂 dan pada ketinggian yang jauh lebih rendah daripada bandung (jadi ngga dingin-dingin amir). Apabila tersesat di daerah wonosari, cukup bertanya pada warga lokal mengenai lokasi wisata ini, karena warga lokal akan dengan ramah dan baik hati mengarahkan atau bahkan mengantarkan sampai pada tempatnya #salute.

Untuk masuk ke area wisata goa pindul dan kali oyo ini sebenarnya ada 3 tempat wisata/penyedia wisata yang berbeda, jadi wajar apabila ada yang bilang alamatnya di A, di B, atau di C, secara ketiganya hanya berbeda jalan/kelurahan. Contoh penamaannya adalah wisata goa pindul gelaran 1, atau gelaran 2, tapi masuk melalui gelaran (penyedia) yang mana saja tidak masalah, karena ketiganya menawarkan fasilitas yang sama.

Saya dan teman-teman saya waktu itu masuk melalui gelaran 2. Pada gelaran 2 ini kami disuguhi dengan spanduk berukuran besar yang bertuliskan goa pindul, tempat parkir di dalam rumah warga, dan tempat registrasi sederhana. Tempat registrasi terletak di depan tempat parkir motor, di depan tempat registrasi ini kami di suguhi dengan panggung full orjen tunggal plus kendang (saya yang suka menyanyi terpaksa menahan aura artis saya agar saya tidak serta merta tampil dan terlalu bikin seneng pengunjung yang lain). Panggung ini udah di bikin lengkap dengan mbak-mbak penyanyi yang dandanannya terkesan kontras dengan suasana pedesaan yang asri #loh. Di samping dalem tempat registrasi terdapat tempat duduk untuk antri, tempat penitipan barang, kamar ganti dan kamar mandi. Pada tempat antrian tersebut terdapat wedang jahe yang disediakan gratis untuk para pengunjung yang sedang antri. Sejak dibuka 2 tahun yang lalu, tempat wisata ini memang menarik banyak pengunjung, dapat dilihat dari jumlah penyedia wisata, dan jumlah pemandu wisata yang mencapai 20-an atau lebih pada penyedia wisata (gelaran 2) yang kami datangi. Rupanya dangdut dan wedang jahe merupakan obat bagi wisatawan yang antre maupun istirahat sehabis selesai wisata. Yah, suguhan yang cukup hangat dan manis menurut saya.

Untuk masuk ke goa pindul dan kali oyot dibutuhkan total 70 ribu rupiah tiap orangnya, 30rb untuk goa pindul dan 40rb untuk kali oyot. Dan 70 rb rupiah lagi apabila ingin menggunakan jasa fotografer. Setelah mengantri untuk beberapa lama, akhirnya tiba giliran kami untuk masuk ke dalam Goa Pindul, kamipun mengenaikan pelampung dan sepatu plastik/karet yang disediakan di belakang tempat registrasi.

Dari lokasi registrasi dibutuhkan sekitar 10 menit untuk memilih ban, Persiapan, dan berjalan ke sungai. Sungai tersebut merupakan sungai dengan arus yang pelan dan ketika itu berwarna coklat keruh karena musim hujan. Jadi jangan mengharapkan sungainya bakal jernih jika anda datang di musim hujan dan musim liburan. Di tepi sungai kami dinaikkan satu persatu ke atas ban, lalu kami disusun berurutan satu persatu, dengan masing-masing orang memegang tali pada ban orang berikutnya. Setelah itu kami memasuki Goa dan dijelaskan mengenai Goa tersebut. Penjelasannya kurang lebih mengenai stalagtit dan stalagmit #yg pernah sd/smp pasti tau deh :). Dan sejarah/mitos mengenai Goa itu sendiri.

Salah satu mitosnya adalah bahwa goa ini pernah menjadi tempat bertapa pada jaman-jaman angling darmo masih idup yang menandakan bahwa goa ini tempat yang cukup nyaman. para leluhur tersebut mengutilisasi tempat ini sebagai sarana mendapat ilham. mungkin mirip ama kita klo lagi rebek tugas lalu kita pergi ke bioskop atau malah ngansos seharian dikamar setelah kamar dirapiin.

Selain itu ada pula mitos mengenai salah satu bagian goa yang stalagtit mudanya meneteskan air, konon katanya klo cewek ketetesan air ini nanti bisa jadi tambah cakep.

Mungkin karena banyaknya wisatawan, suasana Goa yang saya bayangkan bakal sepi dan khidmat jadi berasa seperti di Mall, rebek dan banyak orang. Yang tadinya saya bayangkan bakal bisa asik-asikan maen aer, berenang, dan salto-saltoan jadi semacam baris-berbaris resmi tapi diatas pelampung. Well, namanya juga liburan, rame, gawat juga kalo saya salto ke belakang dan kena kepala orang, mending kalo orang yang kena cantik, lah kalo kekar? bisa terjadi perang aer.

Saya sendiri entah kenapa rada gatelen, ini bukan kegatelan/ganjen, ini gatel beneran yang merah-merah dan rada bendul-bendul. Entah alergi aer sawah, atau gara-gara pelampung yang bau, orang yang ngga begitu ridho, atau kena ulet. yang pasti klo gatelen jangan di garuk-garuk karena bisa tambah parah dan nyebar, walaupun demikian saya berhasil membuat pose yang bagus ketika sedang garuk-garuk kepala dan leher dan tiba-tiba difoto ama fotografernya (naluri artis).

Kegiatan formal berupa penjelasan 3 zona, terang, remang, dan gelap pun berlalu seiring kita berada di ujung mulut Goa di sisi akhir. Dan sekali lagi, disini kami gagal mandi aer dan loncat-loncatan karena sudah dilarang, padahal di video jalan-jalan men yang kami jadikan panduan, si host dengan enaknya loncat2an dan mandi di spot di akhir goa tersebut. Jadilah kami maen ciprat-cipratan aer pake kaki (doang) yang ngga banget feelnya, minim kegiatan motorik dan minim fun tapi ga papa.

bagian akhir goa pindul, lubang gua dari atas yang memungkinkan sinar matahari masuk. semacam jadi indah gara2 abis gelap-gelap liat yang terang

Beranjak dari Goa Pindul, kamipun berjalan naek mobil pikup ke Kali Oyot, Perjalan sekitar 15 menit, Hal yang paling kocak adalah ketika ada salah satu dari kami yang bertanya mengenai lokasi gunung purba ketika perjalanan, dan 2 pemandu wisata yang memandu kami, secara spontan menunjuk pada 2 arah yang berlawanan, semacam satu ke utara dan satu ke selatan. Kamipun jadi meragukan kredibilitas mereka, mungkin mereka kurang training, mungkin mereka kecapekan, atau lagi kepikiran anak istri dan tanpa sadar malah nunjuk lokasi rumah dimana anak istri mereka tinggal.

Setelah perbincangan sesaat, dibantu oleh kami sebagai mediator, akhirnya pemandu wisata tersebut sepakat menunjuk satu arah, dan sejak saat itu maka arah tersebut akan menjadi arah standar dimana mereka menetapkan salah satu bukit sebagai gunung purba alih-alih menunjuk ke bukit-bukit yang berbeda. dan setelah proses itu selesai sampailah kami di kali oyot.

Masih dengan warna kecoklatan, kali oyot ini mirip dengan kali-kali pada umumnya pas musim ujan, lebar, rada dalem, nggak keliatan batu-batunya, dan arusnya kenceng bener. Saya yang sok sokan jago berenang juga bakal nggak eksis kalo ngalir sendiri di arus kali seperti itu. Seperti tadi, kami disusun 1 persatu dan memegang tali pada masing-masing ban. Setelah persiapan tersebut selesai mulailah kami menyusuri kali oyot. Untuk tarif yang kami bayarkan 20rb/30rb saya lupa, kami berhak melalui perjalanan sejauh 2 KM, apabila mau nambah lagi bisa sampai 6 KM, dan ada bonus juga klo berani berenang tanpa pemandu maka diijinkan membawa pulang ban dan pelampung, dan temen-temen juga akan ditawarkan wisata baru yaitu pantai parangtritis (alias ngapung/ngalir sampai pantai parangtritis (by default) klo selamet). Sepanjang kali oyot ada spot-spot yang bagus, seperti batuan yang tergerus aliran sungai dan membentuk pagar batuan yang tinggi dengan jalur yang sempit dan panjang, Pasti asik banget klo mandi di kali kayak begituan. Ada juga semacam air terjun kecil tapi rada lebar dan jadi bagus. Selain itu ada jeram-jeram yang terbentuk karena batu-batu yang terdapat di kali dan berhasil bikin perjalanan kali tersebut jadi lebih seru. Hebatnya mas-mas pemandu ini dengan tenang ngebawa kami ke lokasi tujuan, mas-mas yang mengaku dari kebumen ini memang keren dan jentel, hasilnya terjadi cinlok antara salah satu anggota kami dengan mas-mas ini. cieeeh. satu lagi yang hebat adalah mas-mas fotografer, mas-mas dengan kamera DSLR ini dengan tenang membawa kameranya tanpa pelindung dari aer sambil terus mengambil momen-momen ketika kami melalui sungai tersebut.

Selesai dan menepi, ada spot istirahat berupa warung kecil yang nyuguhin sega tiwul dan gorengan. Pada saat itu gorengan apapun jadi terasa enak karena laper, sega tiwulnya juga enak. Patut dicoba. setelah cukup beristirahat kamipun dibawa kembali ke spot awal. perjalanan kembali spot awal tersebut juga mengakhiri rangkaian acara di goa pindul dan kali oyot, tapi eh tapi sebenernya masih ada paket wisata lain yang ditawarkan, jadi bagi yg punya full day atau pengen nambah bisa deh tanya ke pemandu/bagian registrasi :).

catatan:

Satu yang menarik dari objek wisata ini adalah pelaksananya yang merupakan karang taruna daerah sekitar. Dengan koordinasi yang baik, dalam 2 tahun mereka bisa menghidupkan daerah tersebut menjadi daerah wisata yang menghasilkan. Desa tersebut jadi memiliki puluhan pemandu wisata, beberapa rumah makan baru, atau dalam kata lain dapat membuka lapangan pekerjaan. Adanya media sosial sekarang nampaknya sangat membantu perkembangan usaha apapun, kami contohnya, tertarik kesini gara-gara video yutub tentang daerah ini yang dibuat oleh malesbanget.com. Mungkin setelah membaca tulisan ini, bakal ada orang juga yang tertarik untuk datang ke objek wisata ini.

catatan tambahan :

datang pada saat ngga liburan dan pas bukan musim ujan deres mungkin dapat memberikan keuntungan dari perjalanan yang lebih sepi/leluasa dan nyaman :). perjalanan pagi keknya lebih recomended. sedangkan enaknya pas musim ujan, karena mendung walaupun acaranya pas siang jadi ngga panas.

Advertisements

2 thoughts on “Goa Pindul dan Kali Oyo

  1. Waaah lo kapan fidh ke goa pindulnya? Gw pas tgl 31 des 2012, trus di gelaran 3 (yg terakhir). Jalan kakinya lebih deket tapi ga pake orgen tunggal dan mbak seksi jadi gabisa ikutan ngartis deh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s