Menyatukan 7 kepala

Ini merupakan salah satu pengalaman saya beberapa hari kemarin, ketika mengikuti semacam business game di Jakarta. Tujuan dari business game ini adalah untuk menghasilkan sebuah rancangan promosi produk yang lengkap, mulai dari packaging, integrasi media, dan event. Nah, karena dada beberapa tim yang terlibat, ceritanya satu tim yang dibagikan berisi antara 6-8 orang. Tim saya sendiri, terdiri dari 7 orang.  Beberapa orang lebih tua dari saya dan ada yang seumuran, beberapa dari mereka juga sudah saling mengenal, entah karena pernah bersekolah di tempat yang sama atau karena mereka memang saudara, hha. Masing-masing timpun diharuskan untuk berdiskusi dan bekerja dalam tim tersebut dengan waktu kurang lebih 12 jam untuk menelurkan gagasan atau ide yang keren. Satu yang menarik dari kerja tim ini adalah tidak adanya pemimpin tim, atau masing-masing anggota tim memiliki posisi yang sama sebagai orang yang dapat berkontribusi kepada tim.

Selain ketentuan tentang tidak adanya pemimpin tim, kami melakukan diskusi atau tugas kami dengan berdasarkan pada beberapa hal yaitu: 1. Semua ide adalah investasi, 2. No I in a team.
Business game berdurasi 2 hari inipun dimulai, masing-masing anggota tim mulai berkenalan dan mendiskusikan apa yang akan dikerjakan. Mirip dengan pengerjaan proposal pada umumnya, kita memulai pekerjaan dari latar belakang masalah, nah bedanya, di dunia bisnis ini, its all about consumer behaviour. Jadi rumusan latar belakang untuk produk ini kita sebut sebagai consumer insight. Consumer insight ini merupakan bekal pokok untuk bisa menghadirkan produk yang dekat dengan hati konsumen. Sedangkan paket lengkap untuk mengetahui market biasanya disebut market reseach. Tidak hanya pernyataan kualitatif dan kuantitatif thd konsumen, market research juga melakukan analisa mendalam terhadap semua aspek atau aspek-aspek bisnis tertentu di luar konsumen.

Sebagaimana pekerjaan sebuah tim dengan waktu yang terbatas, jumlah orang dan pekerjaan yang dilakukan harus diatur, nah lucunya ketika tidak ada pemimpin dan baru kenal (tidak mengetahui background orang lain), pembagian pekerjaan ini menjadi hal yang menantang. pada tim kami sendiri pekerjaan terlebih dulu ditawarkan, nih ada tugas ini, siapa yang mau? sehingga masing-masing orangpun mengkalkulasi kemampuannya untuk bisa mengerjakan pekerjaan tersebut, kadang-kadang ada moment akward, di mana untuk sebuah tugas semua orang ragu-ragu apakan mau melakukan apa tidak. namun demikian, karena terdiri dari orang-orang yang “ternyata” tidak terlalu ngotot, pekerjaan-pekerjaan kecilpun bisa dibagi dengan baik. Selain pembagian kerja berdasarkan musyawarah mufakat seperti ini, yang rada susah dan rada memakan waktu, karena harus pas, proses lain yang menarik adalah saat diskusinya.

 

diskusi

Diskusi dengan pola seperti ini, yaitu, tanpa pemimpin, pencetusan ide baru, dan belum mengetahui kapabilitas orang lain, ternyata menjadi diskusi yang panjang dan menarik, masing-masing orang  punya ide yang macem-macem dan kemana-mana. haha. dan pikiran yang macem-macem tersebut nantinya harus bisa didukung dan disupport oleh ke 7 orang dalam tim tentu saja. Saat diskusi berlangsung, ide-ide dari masing-masing orang muncul, misalnya ada yang kotak, ada yang lingkaran, ada segitiga dan lain-lain. Semua ide yang berbeda ini kemudian berbenturan dan kemudian menghasilkan bentuk-bentuk baru. Ide saya sendiri merupakan ide yang terlalu umum dan bahkan belum menemukan bentuk, sehingga susah bagi saya untuk menyampaikannya. Sayapun mengambil posisi untuk mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan untuk menguatkan ide orang lain yang menurut saya menarik. Selain itu karena tidak bisa muncul dengan ide yang menarik, saya memilih untuk mengkritisi dengan baik ide-ide yang sudah ada, supaya bisa menghasilkan saran-saran dan lebih memantapkan ide tersebut jika akan dipakai. Tapi di akhir saya menemukan bahwa ternyata gagasan umum yang sempat terlintas di pikiran saya tersebut, menjadi sebuah hal yang dibungkus dengan sangat apik oleh tim, dengan dasar pemikiran yang berbeda dan feel yang sama sekali lain, saya sendiri sampai heran.

Namun demikian, untuk mencapai akhir tersebut diperlukan proses diskusi yang kadang arahnya tidak jelas, karena banyaknya ide dan perbedaan pendapat, walaupun tujuan akhirnya sama, menjadi tim dengan hasil yang terbaik. Tak jarang masing-masing dari kami menemukan bahwa beberapa ide tidak dapat langsung bisa diterima karena dirasa tidak sesuai, namun ide tersebut didukung oleh sebagian besar orang. Bwahh. However, masing-masing dari kami terbentuk untuk mensupport ide tersebut, memperindah ide tersebut, atau menghasilkan alternatif lain yang disimpan atau tetap dijadikan sebagai backup-plan. Tidak adanya pemimpin atau pengambil keputusan yang berkedudukan lebih tinggi membuat penentuan ide-ide ini menjadi lebih susah, lama, namun terbuka dan hasil akhirnya dapat diterima oleh seluruh anggota tim, oleh 7 kepala.

Capek? capek sih,
Menarik? Jelas :).

Setelah sekian lama ngga berdiskusi dengan banyak orang seperti ini saya jadi inget pas jadi panitia-panitia kaderisasi dulu, dan ketemu orang-orang dengan pemikiran yang sama sekali berbeda, gilak. Jadi kebayang gimana rasanya orang-orang dengan berbagai kepentingan yang berdiskusi, pasti capek dan menariknya gila-gilaan. hhaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s