Lampung

sabtu, hari liburan yang ditunggu-tunggu semua orang. namun hari dan minggu esoknya saya yakin adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh salah satu teman saya, rizki namanya.

bagaimana tidak, hari minggu 4 Maret besok dia akan melaksanakan salah satu kewajiban besar hidupnya, menikah. lha kok keren? yup, pernikahan rizki tergolong keren bagi saya, kenapa? karena sebenarnya dia memutuskan keinginan untuk menikahnya jauh2 hari, tepatnya pada saat tingkat 2, namun keinginannya terkabul esok hari saat dia tingkat 4. memiliki keinginan menikah dan keberanian melamar, merupakan tindakan yang dewasa menurut saya. Di saat tingkat 2 saya masih berfikir bermain-main, tak jauh dari target2 menyelesaikan uts-uts dan tugas yang diberikan pada saat kuliah dan disela itu mengisi waktu dengan refreshing. sedangkan rizki, sudah mampu membuat proposal, target dan visi hidup. target dan visi hidup disertai cerita hidupnya sampai saat ini, menjadi senjata utama rizki untuk melamar calon-calon yang di lamar, bukan harta, pangkat, atau jabatan.

pada tingkat 4, setelah beberapa kali mencoba akhirnya keinginan terwujud, rizki bakal menikah sebelum lulus, minggu besok pagi di lampung. jodoh rizki ternyata ada di lampung, di kampung halamannya, sosok yang memberikan support luar biasa pada rizki pada setiap detik sejak rizki melamar. dia pun mengundang Kami dengan bangga, teman-teman elektro 2008 berangkat menjemput undangan rizki ke lampung. ber20-an kami berangkat, beranjak sejenak dari bandung menggunakan bus, naik ferry besar menyeberang ke pulau sumatra. perjalanan lancar, berangkan pukul 7.30 dari bandung, bus kami menginjakkan tanah sumatera pada sebelum subuh. perjalanan yang cukup panjang.

sebuah cerita kecil terselip, di angkot dari kampus ke pool Damri yang kami gunakan. Accidentaly, seorang ibu menawari salah seorang dari kami untuk berkernalan dengan ponakannya. nampaknya setelah mendengar percakapan kami, mengenai kelulusan di depan mata. kejadian yang sangat all of a sudden itu memberikan pelajaran bagi saya.
yang pertama adalah bahwa kami dianggap sudah cukup matang
yang kedua adalah bahwa kami dianggap sudah cukup menjanjikan
well, singkat kata sebetulnya kami tersanjung dengan tawaran tersebut, namun demikian respon yang antusias dari ibu yang kami temui di angkot tsb sampai saat ini kami renungkan.

begitulah :D, pagi ini kami tiba di lampung, dijemput dan diperlakukan dengan baik oleh 2 tuan rumah, mas pedca dan mas rizki. besok pagi, kami akan menghadiri pernikahan pertama anak elektro 2008 dengan pasangannya. besok pagi Rizki akan menerima piala bergilir yang kami hadiahkan, lengkap dengan label namanya dan pasangan, sebagai penghargaan dari kami atas keberanian dan kedewasaannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s