DNS dan BIND

DNS atau domain name system, mungkin banyak orang-orang yang sudah mendengarnya, tapi belum terlalu mengetahui sebenarnya makhluk apa ini. dalam tulisan ini saya ingin menuangkan pengetahuan saya mengenai dns. saya sendiri hanya mendapatkan pengetahuan mengenai dns ini dari hasil membaca-baca internet, semoga dapat membantu.

DNS atau domain name system adalah sistem penamaan yang terdapat pada jaringan komputer / internet yang sekarang. Pada awalnya konsep sistem penamaan ini digunakan untuk mempermudah pengaksesan devais atau komputer melalui jaringan. dengan adanya jaringan komputer maka setiap komputer akan memiliki alamat yang unik (ip address) untuk saling berhubungan. Name server adalah server yang menyimpan data mapping nama komputer dengan alamat ipnya. Konsep penamaan ini memungkinkan komputer atau devais untuk saling berhubungan menggunakan penamaan tertentu (menggunakan kata), sebagai ganti dari alamat fisik dari komputer atau devais tersebut. bagi manusia sistem penamaan ini memudahkan untuk menghafalkan alamat-alamat komputer yang biasa atau ingin di akses, dibandingkan jika manusia harus menghafalkan alamat ip address masing-masing komputer. misalkan akan lebih mudah bagi kita untuk menghafal itb.ac.id dari pada 167.205.1.34, apalagi jika jumlah yang harus kita hafalkan lebih banyak. dengan mengetahui alamat ip address name server maka komputer kita dapat mengakses komputer lain pada jaringan internet menggunakan namanya. komputer akan meminta server untuk menterjemahkan nama menjadi ip address dari komputer lain yang ingin di akses.

Dengan penjelasan tersebut maka name server memiliki 2 fungsi utama yaitu :
1. Mentranslasikan penamaan komputer (domain name) menjadi alamat ip address
2. Mentranslasikan alamat ip address menjadi penaamaan komputer (domain name)

Pada awalnya mungkin hanya dibutuhkan 1 buah name server yang berguna untuk melakukan proses translasi di atas. Namun dengan semakin banyaknya pengguna server dan semakin banyaknya data penamaan yang disimpan dalam server maka beberapa masalah timbul antara lain :
1. semakin banyak data yang disimpan maka akan semakin lama pula proses yang dibutuhkan untuk melakukan pencarian data. apabila hal ini terjadi pada name server maka proses translasi yang kita butuhkan menjadi semakin lama.
2. semakin banyaknya komputer yang menggunakan name server mengakibatkan beban yang lebih berat terhadap server. maka dibutuhkan cara untuk menyebar beban melalui beberapa server
3. semakin banyaknya data juga akan berpengaruh terhadap proses pengaturan yang dilakukan, tentu saja pada satu waktu akan lebih mudah untuk melakukan pengaturan data yang lebih sedikit. ini dapat diatasi dengan menyebar wewenang (mendelegasikan) pengaturan penaaman.

karena itulah muncul Domain Name System pada Internet yang sekarang kita gunakan :).
Domain Name System merupakan implementasi khusus dari konsep name server yang dioptimalkan untuk kondisi yang berlaku di internet.

sistem delegasi DNS

sistem penamaan DNS dimulai dari root . kemudian diikutin oleh top level domain (yang diatur oleh ICANN).
berikut ini merupakan beberapa contoh dari top level domain.
Generic Top Level Domains (gTLD) .com, .edu, .net, .org, .mil etc.
Country Code Top Level Domain (ccTLD) e.g. .us, .ca, .tv , .uk etc.

sistem delegasi, seperti yang sudah dijelaskan adalah mekanisme pembagian wewenang sesuai konsep DNS. wewenang untuk gTLD dimiliki oleh beberapa pihak yang disebut registry, sedangkan wewenang untuk ccTLD dimiliki oleh masing-masing negara. masing-masing negara memiliki kewenangan untuk melakukan pengaturan penamaan didepan ccTLDnya masing-masing.

Misalnya us mengatur penamaannya sesuai dengan nama provinsi atau state sebagai berikut:
.ny.us
.md.us
yang merupakan nama yang diberikan untuk new york dan maryland.

sedangkan negara kecil seperti inggris memilih untuk membaginya berdasarkan segmen-segmen fungsi misal
co.uk
ac.uk
yang merupakan nama untuk company dan academik

apa yang dimaksud secara umum dengan domain name adalah gabungan dari nama-tertentu diikuti top level domain. sebagai contoh sebuah domain name adalah ganteng.com ini merupakan gabungan dari ganteng dan .com. .com merupakan salah satu generic top level domain gTLD sedangkan ganteng merupakan bagian nama domain. kombinasi domain name ini dituliskan dengan level paling tinggi di sebelah kanan dan level domain yang lebih rendah di sebelah kiri.

sekarang mari kita mencoba memahami nama DNS menggunakan contoh
http://www.ganteng.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s