Sketsa : Sebuah Kisah Perjalanan Hati

hujan deras. masih jua mengguyur turun. dari langit, ke bumi tanah kelahiranku, beberapa janji terlewatkan siang ini, juga malam ini. saat saat dimana seharusnya kendaraan roda 2 ku bisa dipakai kemana-mana, menjadi saat paling tidak mengasyikan, karena bahkan mantel dobelkupun tak cukup baik menghadapi cuaca yang tidak bersahabat. masih beberapa kali aku melihat jam tangan digitalku, memastikan waktu masih cukup untuk keluar dan melaksanakan janji-janjiku, namun hujan yang kunanti terang sebelum jam 9 itu, masih jua turun, malah lebih deras dari sebelumnya. kubuka hape 5630ku, kuklik icon bergambar amplop surat, di dalamnya aku ingin melihat tanda merah kecil yang menunjukkan ada sms balasan. namun, tak beruntung mungkin, tanda merah kecil di atas icon inbox itu tidak ada. menghempaskan harapanku tadi.

Jam menunjukkan pukul 9.00, argh.. batinku. aku tidak ingin mengeluh. benda hijau kecil itu masih ditangan, ku genggam  erat, aku bingung. tidak mungkin malam begini aku datang kesana.. mengembalikan benda ini, benda yang tertinggal tadi,, tapi mungkin sebenarnya aku bukanlah ingin mengembalikan benda kecil ini, aku ingin bertemu.. lebih dari sekedar ingin, mungkin rindu.. aku tidak mengerti yang kurasakan saat itu, semacam penasaran, sedikit rasa bersalah.

Akhir-akhir ini memang aneh, seolah aku tidak memiliki cukup kesempatan untuk sekedar menyapanya. Beberapa hal terjadi, dulu, ada kisah yang cukup menyakitkan bagiku. menyakitkan bagi orang yang sedang jatuh cinta. dan mungkin dia tidak memahami apa yang kualami, mungkin dia tidak mengerti bahwa sesungguhnya aku berusaha saat itu,  dan beberapa kali saat itu akupun kecewa atas usahaku yang ngga seberapa. setelah itu harusnya kesempatan terbuka luas, namun aku salah, waktu yang tidak tepat membuat semua yang kita lakukan menjadi tidak benar pula. aku tidak bisa mendapatkan seluruh hatinya. Sekarang bahkan penghargaanpun tidak berjalan dengan baik.. aku ingin memperbaikinya. tapi bagaimana.. kadang dalam sebuah hubungan pertemanan yang dekat, sebuah kesalahan, besar ataupun kecil dapat dengan mudah merusaknya.. menutupi semua kebaikan-kebaikan yang telah terjadi dengan sebuah fokus terhadap sebuah retakan kecil yang merusak komposisi pertemanan itu secara keseluruhan.

Aku masih jua terdiam. bingung memutuskan.. haruskah aku datang?

Advertisements

5 thoughts on “Sketsa : Sebuah Kisah Perjalanan Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s