Subuh

Dinginnya pagi Purworejo menusuk kaki kakiku. Berhelai-helai rambut lebat rupanya belum cukup bisa menghangatkan bagian-bagian yang ia tutupi. Aku masih saja meringkuk, membentuk ringkukan bayi dalam rahim di atas kasur kecil kamar depanku. Bapak Ibu setelah sahur tadi tidak tidur, berulang-ulang membangunkanku untuk shalat subuh.. tapi aku tak jua bangun, malas tubuh ini bergerak. meringkuk dan bergeliat di atas kasur terasa begitu nyaman. dan sang dinginpun sangat membantuku dalam hal ini.. masih juga aku dan adik-adikku tertidur.. lebih pulas dari sebelumnya. tidur telat dan perjalanan ke jogja kemarin benar-benar telah membuat kami kecapekan. setengah jam kemudian kembali bapak ibu membangunkan kami, mengingatkan kami untuk shalat subuh.
nanti dulu bu.. jawabku
ngko sik bu.. jawab adik laki-lakiku..
iyo bu… kata sifa, haha tanpa bergerak sedikitpun juga dari tempatnya ditidur, seperti biasanya..
untuk kesekian kalinya bapak membangunkan kami. saya dengan malas bangun dari temapat tidur, masuk kamar kecil untuk membersihkan muka dan menyetorkan diri.. setelah itu hampir-hampir aku balik lagi ke kamar,, si kasur terlihat begitu menyenangkan.. namun jam telah menunjukkan pukul 5 lebih sedikit.. sebentar lagi siang..
akhirnya aku memutuskan untuk mengembil wudlu, bersama adikku sifa yang akhirnya terbangun setelah sempat bermain hape terlebih dahulu. kamipun jamaah subuh.. usai selesai lanjut dengan berdoa.. sifapun membuka kitat suci Al- Quran.. di depan tivi ia membacanya pelan-pelan, sedangkan saya di mushala kecil rumah.
Shalat subuh, terasa begitu berat ketika kita harus bangun dan memulai melaksanakannya. kadang terasa malas ketika ibu dan bapak memanggil untuk bangun. namun saat takbir dilakukan, shalat dua rakaat ini sesungguhnya ibadah yang sangat ringan namun keutamaannya luar biasa.
sayang saya sering meresa malas ketika bangun. padahal panggilan adzan dan panggilan yang berusaha membangunkan selalu ada.
malu rasanya pada diri sendiri.,
shalat subuh justru merupakan kenikmatan tersendiri.
kita diberi pagi yang sejuk. kesempatan untuk bangun lebih awal dari yang lain. begitu banyak keutamaan shalat subuh.
namun banyak juga orang yang belum mengerti juga.. mereka lebih memilih tidur nyenyak mereka.. seperti saya..
tapi tidak lagi.,
terlalu nikmat subuh untuk ditinggal.
terlalu besar pahala yang akan terlewat.
terlalu sayang apabila malaikat2 meninggalkan kita saat tidur di subuh kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s