Mudik dan Lari

Mudik dan Lari,

mudik, menurut wikipedia adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia.

Saya yang perantauan inipun sesuai penjabaran wikipedia, melakukan kegiatan mudik kemarin, kali ini untuk menyambut idul fitri, dan seperti biasa ada hal-hal yang terjadi tiap kali mudik yang pengin saya ceritakan disini. Persiapan mudik biasa saya lakukan 30 hari sebelum keberangkatan, ini termasuk melihat jadwal kuliah, acara buber didaerah dan keluarga, serta pemesanan tiket kereta api. kereta api menjadi pilihan pertama sarana mudik karena insyaallah ngga macet, jalannya lurus (ngga mabok darat), datepat waktu, selain itu biayanya pun bervariasi, ada yg murah cem kereta ekonomi yang 20 ribuan, lumayan seperti kereta bisnis yang berada di range 100 s.d 250an, sampai eksekutip yang nembus 300an. Biaya tersebut biasanya berubah apabila ada hari besar atau libur nasional, bisnis yang biasanya 110 sampai bisa 250an.

Melihat kisah di mudik kemarin, bisa diambil hikmah bahwa harga tiket yang kita beli akan berbanding lurus dengan perjuangan selama perjalanan di kereta. Pernah tahun kemarin mudik pakai kereta ekonomi yang harganya sekitar 20 ribuan, walhasil dari bandung sampai kutoarjo (purworejo) terpaksa menjadi seonggok barang di dekat pintu kereta. ketika itu saya bersama teman saya wisnu dan mukti mesti gantian untuk duduk selama perjalanan selama 10-an jam saking ngga ada space-nya. duduk di dekat pintupun menjadi ujian tersendiri bagi kami, pasalnya setiap pedagang yang lewat bakal lewat pintu kereta tersebut dan kesempitan, sehingga tak pelak pantat para bapak-bapak itu mereka menyenggol kepala kami ketika duduk. dan hal itu terjadi dalam frekuensi yang tak terbayangkan (haha lebai ini). tapi memang pedagang-pedagangnya banyak sekali, ada pedagang makanan, minuman, buku, alat tulis, roti donat, pecel, tahu, tempe, sele pisang,  cashing handphone, batre handpone, te te esan, rubix, permen, dodol, topi, kaos tangan, kaos kaki, dan lain lain, sebuah pasar mini berjalan yang menghidupkan kereta. pedagang-pedagang inilah yang selama ini memenuhi kebutuhan disebuah kereta ekonomi, lapar dan haus bisa diatasi, hiburanpun kadang diberikan oleh lawakan dan rayuan para pedagang haha, semacam “ayohlah mbak dibeli, nanti dapat bonus nomer hape saya” dll. yang paling sangar sih pas ada trio macan lokal masuk ke kereta, haha pria-pria ini menyanyikan lagu-lagu dangdut dan pop dengan dandanan wanita mereka, satu gendut, satu kekar, dan satu agak manis, :D. lalu jurus colek sana sinipun diluncurkan, haha, wisnu pernah jadi korban colekan maut mas-mas, eh mas-mbak ini. alhasil 1 buah rokok wisnupun mereka raih dengan satu colekan maut. memang pedagang ini memenuhi kebutuhan makan minum dan hiburan yang penting dalam sebuah perjalanan yang lama, namun bayangkan jika mereka setiap beberapa menit sekali lewat dan dengan suara mereka, maupun colekan-colekan khas mereka menawarkan barang atau jasa ketika kita sedang ingin tidur lelap. saya yang jago tidurpun ngga bisa tetap tertidur dengan suara dan colekan tersebut, saat inilah perjalanan kereta ekonomi menjadi perjalanan yang melelahkan. namun pada dasarnya pakai kereta ekonomi asik kok asal banyak yang kosong aja dan jangan pas mudik besar. hehe, bisa jadi ikan pepes dijalan nanti.

nah, dengan kemudahan kereta ekonomi itupun saya memutuskan untuk menggunakan kereta ekonomi lagi untuk pulang. kali ini saya menggunakan kereta malabar, kereta ini menyediakan gerbong ekonomi dalam satu rangkaian kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi, perbedaan terletak pada isi gerbong. kereta eksekutif berisi kursi sofa, yang bisa diatur naik turunnya, mirip jok mobil, ada AC, selimut, snack, bantal, dan menu makanan enak, sebagian juga dilengkapi televisi, cocok untuk orang-orang mobile yang membutuhkan waktu untuk istirahat yang nyaman selama perjalanan mereka. kereta bisnis dicirikan dengan adanya kipas angin setiap 2 ruas kursi, kursi 2 2 (2 di sisi kanan dan 2 di sisi kiri), juga tempat duduk yang empuk yang agak leluasa. sedangkan kereta ekonominya ditandai dengan tempat duduk 3 2 (3 kursi di salah satu ruas dan 2 kursi di ruas yang lain), yang membuat space duduk menjadi lebih sepit, ya paslah untuk orang-orang yang berbadan mungil seperti saya dan penumpang-penumpang perempuan. tapi klo udah bapak-bapak dan ibu-ibu yang badannya aga melebar dikit pasti akan merugikan rekan duduknya. haha. untunglah waktu itu kami ber 16, kontingen Bandung dari Purworejo pualng bareng lagi. jadi asyik deh dapet duduk bareng temen-temen sendiri.

Oke, masuk ke hari H, hari sabtu kemarin, sesuai planning saya dan brampi mulai keluar pukul 2, nyari oleh-oleh. Sayapun memutuskan untuk membeli brownies, disamping saya suka makan brownies (apalagi klo gratis), bronwies juga pantas klo mau dijadikan oleh-oleh untu rumah dan teman teman istimewa (ihiiiyy).setelah itu baru kami nyari hadiah untuk orang spesial kami, dan pilihan kami jatuh ke BIP, disana kami yakin bakal menepukan seseutu yang menarik untuk dijadikan hadiah. :P. Brampi sih awalnya nyari jepet, haha hadiah yang aneh menurut saya. saya sendiri belum ada kepikiran mau beli apa. masuk BIP pada pukul 14.00 kami berencana pulang ke kos maks pukul 15.00 karena jam 16.00 kereta sudah berangkat dari bandung. namun BIP ternyata memberikan terlalu banyak pilihan pada kami, ada tas, sepatu, jepet, gelang baju… wooohhh bingung.., setelah lama muter-muter akhirnya saya nyantol di toko tempat yang ngejual figur-figur anime gitu. keren.. ada boneka-boneka kecil tokoh one piece, naruto, pedang gedhe yang suka ada di komik-komik. banyak juga figur-figur tokoh kelahiran Disney, cartoon network juga ada. beberapa saat saya muter-muter memandangi boneka-boneka itu.. woooh.. yang pas kecil aku impi-impiin, ada batman,, supermen… tak lama kemudian brampipun ikut masuk dan muter-muter.. disana kami nemu lilin elektrik, haha lampu yang diklo ditiup bisa mati dan nyala., rupa-rupanya brampi yang jurusan power itu tertarik dengan lilin elektrik ini,, dibelilah lilinnya.. untuk sang tercinta..

sedangkan aku, terpaku pada figur lilo and stich. Si Stich memandangiku dengan seringai senyumnya yang nakal, haha menarik, jadi inget mukaku waktu ngusilin orang, bentuknya kecil dan mantep pikirku.. beli nggak ya…

sementara saya berpikir.. waktupunberlalu, menunjukkan pukul 14.45.. wahh.. harus pulang.. akhirnya sayapun pulang… bersama brampi dan lilin elektriknya. , jalanan sudah sangat ramai saat itu dan padat.. sedangkan suasana diluar mendung, tepat diatas BIP.. yup benar saja.. 100 meter jalan dari BIP, bResss.. hujan mengguyur.. kamipun minggir, menyelamatkan oleh-oleh kami dan eksistensinya.. kamipun memakai mantel dalam kecepatan tinggi, semantara si wisnu sudah menunggu di kos. lengkap dengan batagor gepuk pendel 70 ribunya.. hahaha.

akhirnya kamipun sampai kos pukul 14.55.. langsung parkir naik keatas ngambil tas dan berangkat ke jalan pelesiran, menanti angkot yang akan mengantarkan kami ke stasiun, angkot yang akan berarti bagi liburan kami di Purworejo.. namun angkot tegalega yang kami tunggu tak jua datang.. setelah membuang 10 menit awal kami tanpa hasil, akhirnya kami memilih caringin, namun dengan kekhawatiran bahwa akan terjadi macet di BEC…. kami naik dan jalan dengan angkot tersebut… ternyata di UNISBA benar-benar macet… kamipun mulai was-was, mencoba memperhitungkan waktu yang dibutuhkan di jalan, bisakah sang sopir angkot melalui kemacetan ini.. bisakah sang mobil nyelip kanan dan kiri kayak di film james bond, tapi kami mulai berpikir realistis.. itu hanya film, sedangkan ini merupakan macet yang sebenarnya.. jangan-jangan kami bakal lebaran di bandung….!! tanpa bertemu sanak saudara dan teman-teman daerah.. tidakkk.. tik.. tik.. tik.. waktu masih juga berjalandengan cepat sementara sang angkot terjebak macet.. kamipun mencoba melawak dan tertawa untuk menghilangkan kekhawatiran ketinggalan kereta.. tapi tertawa saja rupanya ngga mengubah keadaan, tertawa ngga membuat jalanan lancar, atau menginspirasi sang sopir untuk nyelip-nyelip.. tik.. tik.. tik.. jam analog berdetik makin cepat rasanya, sedangkan jam digital naik clocknya.. ahaha.. kamipun semakin was-was.. macet tak kunjung jalan..

brampi setelah mengitung-itung, memutuskan untuk turun.., kami harus turun angkot klo ngga pengin lebaran di Bandung.. atau kehilangan tiket kereta dan mesti pulang naik motor pas hari seninnya..  kita akan lari dari dekat unisba ke jalan pajajaran, memotong jalur angkot agar ngga perlu lewat BEC, menghilangkan opsi macet yang terjadi di sepanjang belokan sebelum BEC dan setelahnya. setelah mengucapkan selamat berjumpa, selamat berpuasa, selamat lebaran, dan minta doa sama si supir angkot yang macet kami turun.. membayar dengan tulus lalu mulai berlari ditengah lalu lintas yang ramai.. kayak film-film. kami menginjakkan kaki2 kami di tanah basah oleh hujan sebentar tadi… bersama barang bawaan kami kami nyengiir..  ayoooo teriak kami,. berlari-lari kecil kami menggendong barang bawaan kami, tas berlaptop, beberapa buku dan baju., sendal kami yang licin dan bawaan membuat lari kami ngga sekencang lari pas pelajaran olahraga tahun pertama TPB.. tapi semangat kami lebih dari semangat penilaian 12 menit saat itu, demi menyongsong kepulangan kami..

woah,. selesai berlari kecil dalam beberapa (puluh?) meter sambil nyengir kami menemui jalan yang dimaksud, jalan yang memotong jalur angkot BEC.. 15.15.. kami naik angkot biru sadang serang caringin. berharap tepat waktu sampai stasiun..

15.20 angkot berwana biru masih berjalan, membawa kami dengan sedikit rasa was-was namun agak senang.,

beberapa detik kemudian.. kami sampai di depan stasiun hall,,, senyuman gembira merekah diwajah kami, kami jadi pulang dengan kereta ekonomi., kami jadi ketemu temen-temen.. kami ngga kehilangan tiket kereta,, kami dapet thr..

lari.. rupanya keputusan yang tepat. masih dengan sisa semangat yang tadi, sekarang kami jalan cepat menuju gerbong yang ada pada jalur pertama stasiun, gerbong kami kedua dari belakang.. disana kami temui teman-teman purworejo.. kamipun bersama mencari tempat duduk. ahh.. disana kami juga bertemu teman-teman dari malang, ada ilmi, bagas, wega, yang meramaikan kereta dengan 30-an orang kontingen dari satu SMA dari malang. gerbongpun penuh dengan bahasa jawa bagian tengan dan timur., ramai rasanya.

hah.. lega rasanya.. akhirnya keretapun berjalan.., masih banyak pengalaman didalam kereta.

Demikianlah, gara-gara lari tadi kami berhasil pulang.. memenuhi keinginan kecil kami untuk pulang dan berlebaran.. mudik dan lari.. kamipun memulai perjalanan kereta ekonomi kami, bismillah :D.

memang dalam hidup ini kadang kita mesti berlari.. cepat.. karna kehidupanpun berlari.. berlomba dengan kita yang hidup diatasnya..

Advertisements

2 thoughts on “Mudik dan Lari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s