Moment Ramadhan

Saya masih ingat momen-momen ramadhan 8 tahun lalu, saat itu usia saya sekitar 12 tahun dan saya berada pada usia emas pertumbuhan. haha. pada usia tersebut seharusnya saya sedang menjalani kelas 5 sd saya, yang mengharuskan saya menggunakan celana pendek merah 10 cm diatas lutut, dengan cukuran rapi, ngga boleh menutupi kuping, dan kuku-kuku jari tangan yang senantiasa terpotong bersih. rambut saya saat itu disisir ditengah, klo ga salah jamannya film-film yang banyak orang belah tengahnya. saya yang saat itu bermimpi menjadi orang kerenpun mengikuti trend mereka untuk memperdekat saya menuju level kekerenan itu.

Bulan ramadhan pada thun-tahun itu menjadi moment yang begitu sakral bagi saya, dan teman-teman. Bulan ini merupakan bulan yang kami tunggu-tunggu karena pengaruhnya yang luar biasa menarik bagi kami kala itu.

1. Liburan panjang

2. Uang saku untuk beli mainan yang lagi ngetrend

Entah kenapa saat itu liburan ramadhan terasa sangat panjang. Saya sendiri sudah aga lupa, apakah itu ramadhan zaman pak Gusdur jadi presiden atau bukan, tapi klo ga salah ada bulan ramadhan yang beliau jadikan libur nasional selama satu bulan. sebuah mimpi liburan yang luar biasa bagi anak-anak seusia kami. Atau klo itu bukan zamannya pak Gusdur mungkin liburan yang terasa lama tersebut karena saya saat itu hanya bersekolah sampai pukul 11an pa ya?. dan masih punya jam-jam berikutnya untuk dihabiskan bersenang-senang sambil berpuasa. Oh ya satu hal lagi yang saya ingat pada masa itu adalah buku panduan puasa yang diberikan oleh SD saya. buku pusaka yang menjadi pegangan hidup saya bersama 39 orang teman saya di SD, juga untuk kakak kelas dan adik kelas saya. Isinya klo ngga salah ada kolom catatan berpuasa, kolom catatan jumatan yang ada tanda tangan khatibnya, kolom catatan ngaji al-quran, juga ada kolom kultumnya. dan dengan buku dan tugas itu hidup kami rasanya lebih terarah dan bermakna. buku itu memandu kami, disamping nasihat orang tua dan pelajaran guru agama saya Pak Maskuri yang selalu saya terima dalam bulan tersebut. Ada tuntutan tersendiri pada ramadhan saat itu yang begitu berkesan, ada tanggung jawab kecil-kecilan yang saya rasakan. Buku panduan puasa tersebut merupakan instrumen penilain pelajaran agama kami, disamping itu buku tersebut merupakan tolak ukur yang kami pakai dan kadang kami bandingkan dengan teman-teman untuk melihat proggress bulan ramadhan kami. ada kebanggaan tersendiri apabila buku tersebut penuh dengan tanda chentang berpuasa, dan catatan2 rapi, ditunjang dengan tanda tangan pak khatib. hal tersebut pertanda puasa kami sukses, setidaknya menurut kami saat itu. Perintah orang tua untuk berpuasa juga merupakan tanggung jawab yang besar dan menyenangkan. kenapa menyenangkan? karena tanggung jawab tersebut berhadiah. selalu ada hadiah-hadiah yang bapak-ibu janjikan bila saya dan adik saya bisa berpuasa dengan baik, hadiah yang sejenis dengan perjuangan kami untuk berprestasi di SD kala itu.  dengan adanya hadiah tersebut rasanya puasa jadi menyenangkan, dan lebaran menjadi momen yang sangat kami nantikan.

Momen puasa saat itu juga kental dengan suasana yang khas. Masjid-masjid dihidupkan, pengajian dibanyakkan, shalat pada rajin semuanya. ada juga takjil yang siap di meja makan, program-program buka puasa dan sahur yang ditayangkan ditelevisi, dan kultum pagi. Mercon juga masih sangat lazim ditemui saat itu, mulai dari mercon berukuran sejari kelingking sama yang ukurannya sejari kelongkong. hha, maksud saya sampai yang ukurannya segedebok pisang kecil juga ada (udah bisa meledakkan rumah tipe 21 kali yang ini). mercon-mercon itu dengan bebas beterbaran kian kemari, umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dianya yang terbelakang. apaa siiih ini tulisan. betebarannya mercon ini didukung dengan pemakaian yang begitu variatif dari penggunaanya. ada yang menggunakannya dengan ditaruh lalu disulut, ada yang dipegang disulut baru dilempar, ada yang dilempar ke rumah tetangga yang suka diusilin, ada yang dilempar ketemen, bahkan ada yang dinyalain sambil dipegang dan meledak ditangan. haha yang terakhir ini yang konyol, dan saya pernah tanpa sengaja melakukan kekonyolan tersebut. ceritanya begini.. saat itu bulan ramadhan, saya dan teman-teman yang juga hobi menyulut petasan mencari tempat dimana kami bisa menyalakan petasan dengan bebas lepas, tanpa mengganggu orang-orang dan mengakibatkan orang dengan penyakit jantung kumat sakitnya. untuk itu kami mencari tempat yang benar-benar sepi.. dan jawaban kami ada di kuburan tengah.. sebuah kuburan ditengah-tengah komplek warga yang lumayan sepi, setidaknya yang kami lakukan pada saat itu tidak akan mengganggu living creatures. dan jangan kuatir kami juga tidak bermaksud mengganggu unliving creatures karena kami cuma menyulut mercon itu di “dekat” sana. dan itu siang hari. jadi insyaallah aman. Pulang sekolah, saya sudah mempersiapkan beberapa mercon ukuran kecil yang biasa disebut mercon korek, (karena bentuknya kecil dan memiliki kepala yang dapat disulut seperti cara menyalakan korek api) dan sebuah mercon ukuran sedang atau mungkin 2 buah. Sesi pertama dibuka dengan menyalakan mercon-mercon kecil, dalam sekejap saja mercon tersubut beterbangn dan menimbulkan ledakan-ledakan kecil ditempat itu, diramaikan dengan sorak sorai bercanda kami. kami saling melempar, mencoba menahan selama mungkin mercon itu ditangan, munggu momen dimana mercon itu akan meledak, dan berusaha menciptakan ledakan diudara. ledakan diudara akan menimbulkan pecahan kertas pembungkus memancar kemana-mana, indah bagi kami saat itu, dan menantang. karena salah-salah, perkiraan yang tidak tepat bisa membuat ledakan tersebut terjadi pada saat mercon tersebut berada pada tangan kita, terpegang. sayangnya saya ngga cukup berani untuk melakukan demonstrasi ledakan udara tersebut, jadi saya memilih untuk melempar mercon itu tinggi-tinggi untuk memperlama waktunya diudara, alih-alih menahannya dan menunggu momen yang tepat. keduanya sama-sama asyik.. setelah sesi satu selesai sesi dua dimulai dengan mercon berukuran sedang, klo ngga salah waktu itu merknya lion. mercon ini berukuran sebesar stang sepeda tanpa pegangan tangannya dan sepanjang jari tengah orang dewasa, bergambar macan pada bungkus kertasnya, dan bisa menimbulkan ledakan yang cukup mengagetkan dan keras. tiba giliran saya menyalakan mercon yang saya punya. saya keluarkan sumbu kecil di ujung atas mercon. saya letakkan mercon tersebut pada jalan setapak semen putih di sana, dan saya sulut sumbunya dengan korek api barengan yang kami bawa. sekilas kemudian saya berlari menjauh, memastikan saya berada pada jarak yang cukup aman dari ledakan mercon. pada saat saya menjauh tersebut terlihat asap mengepul dari sumbu yang terbakar.. ssssss… ssss.. sss.. begitu bunyinya., kemudian diikuti dengan kejadian ngga ada kejadian, saya kecewa pada saat itu karena ngga ada kejadian apapun dari mercon yang tersulut tersebut… dan mercon tersebut tidak gerak-gerik apapun.. .Biasanya mercon dengan kejadian tersebut kami biarkan dahulu dalam waktu yang cukup lama, memastikan mercon tersebut benar-benar mati dan tidak akan menimbulkan ledakan.. dan hal itu juga saya lakukan.. kami menikmati sesi-sesi penyulutan berikutnya. setelah memastikan ngga hidup maka saya ambil mercon tersebut untuk dibawa pulang dan dibikin sumbu lagi agar dapat dinyalakan.. hehe.., hemat bung. dan sesi penyulutan berjalan lagi,, tiba-tiba saat teman saya akan menyalakan mercon dan kami bersiap-siap menjauh tedengat ledakan yang sangat keras ditelinga saya.. padahal saat itu mercon teman saya belum disulut.. dan saat saya melihat tangan saya sayapun melihat sisa-sisa asap yang mengepul.. menutupi tangan saya yang memerah.. sangat merah. dalam sekejap kemudian saya merasakan denyut.. diiringi rasa sakit yang sangat pada tangan tersebut.. ternyata mercon yang saya pegang yang meledak.. dan diawal bahkan saya ngga merasakan rasa ge er sedikutpun.. jadilah ini tulisan sedih.. saya berlari dengan mata yang mulai mengeluarkan air mata malu, sakit dan sesal.. tangan tersebut lalu saya cuci bersih dengan air.. dan saya beri pepsodent untuk memberikan rasa dingin pada tangan yang terbakar panas tersebut.. ahh… sakiiit… beruntung.. meski tangan dan jari tersebut tidak dapat digunakan seperti biasanya dalam sebulan.. namun mereka masih utuh.. dapat sembuh dan sampai saat inipun masih dapat digunakan dengan baik.. untuk menulis. bermain basket. mengetik.. alhamdulillah. haha masih ingat pada saat itu saya harus menulis dengan menggunakan jari manis dan jempol, cara menulis yang mengakibatkan tulisan cem resep dokter saya semakin ngga bisa dibaca,, dan kini saya sangat bersyukur saat itu memilih mercon ukuran sedang..

ramadhan… ramadhan,, rindu saya.. 🙂

merenung..
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s