IPv6 Preview

Pernah dengar istilah IPv6? mungkin sebagian dari teman-teman yang sering mendalami jaringan dan internet sudah familiar dengan istilah ini, sedangkan bagi temen-teman yang belum mungkin bertanya-tanya makhluk macam apa ini? mengapa pula ada di dalam artikel bits? baiklah untuk lebih jelasnya mari kita bahas bersama mengenai IPv6 ini, dan apa pentingnya kita mengetahui IPv6.

IP (Internet Protocol)

sebelum beranjak ke IPv6 marilah kita mulai dengan penjelasan singkat mengenai Internet Protokol atau yang biasa kita kenal dengan IP. Secara sederhana Communication Protokol dapat didefinisikan sebagai aturan-aturan yang mengatur sintaks (tata bahasa), semantik (arti kata), dan sinkronisasi dari proses komunikasi. Dalam dunia manusia contoh dari protokol komunikasi ini adalah aturan-aturan yang terdapat pada bahasa yang kita gunakan sehari-hari, sedangkan yang dimaksud protokol komunikasi dalam jaringan komputer atau adalah protokol yang mengatur sistem komunikasi data yang terjadi dalam jaringan. IP (internet protocol) merupakan protokol paling utama pada rangkaian aturan-aturan komunikasi dalam jaringan internet dan berguna untuk mengantarkan paket-paket data yang berbeda dari komputer sumber menuju komputer sasaran dengan didasarkan pada alamat-alamat yang spesifik. Untuk tujuan ini maka Internet Protocolmendefinisikan metode pengalamatan tertentu dan enkapsulasi struktur paket data/datagram. Versi yang paling utama dari struktur pengalamatan ini adalah IPv4 atauInternet Protocol versi 4, yang masih merupakan versi yang paling dominan atau paling banyak digunakan saat ini, sedangkan versi lanjutannya, IPv6, kini sedang mulai dipakai dan dikembangkan di seluruh dunia.

IP address

IP address merupakan sebuah alamat unik yang dimiliki oleh host tertentu yang digunakan untuk mengidentifikasi host tersebut dalam jaringan internet. Karena IP address ini bersifat unik maka seharusnya tidak ada dua host atau lebih dalam jaringan internet yang memiliki IP address yang sama. Dengan alamat ini komputer-komputer yang terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan host sumber dan host tujuan yang jelas. IPv4 address menggunakan alamat sepanjang 32 bit, yang dibagi menjadi 4 segmen yang tiap segmennya terdiri atas 8 bit. tiap bitnya memiliki 2 kemungkinan bilangan yaitu 1 dan 0. pengalamatan 32 bit akan menghasilkan sampai 4,294,967,296 (232) kemungkinan alamat yang unik.  beberapa bagian dari jumlah ini digunakan untuk keperluan khusus misalnya untuk private address dan multicast address. hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah alamat yang bisa dialokasikan untuk alamat internet publik. Selain itu perkembangan teknologi dan semakin banyaknya penggunaan pengalamatan ini dikhawatirkan akan menimbulkan ketidakmampuan kapasitas IPv4 untuk memenuhi jumlah host yang terhubung ke internet. hal ini melahirkan riset untuk membangun IPng (IP next generation) yang mampu mengatasi masalah jumlah ruang alamat yang sangat terbatas pada IPv4 dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat pada protokol IPv4.

IPv6

IPv6 merupakan generasi penerus dari IPv4. Internet Protocol ini memiliki alokasi IP address yang sangat besar dibanding IPv4. IPv6 menggunakan 128 bit alokasi IP address, nilai ini setara dengan 2128 (sekitar 3.4×1038) buah IP address. jumlah yang sangat besar ini memberikan alokasi yang sangat banyak untuk setiap orang yang ada di bumi, sehingga pengguna internet tidak perlu khawatir akan kehabisan IP address. Selain dari alokasi jumlah alamat IPv6 juga memiki kelebihan yang sebelumnya tidak terdapat pada IPv4. beberapa kelebihan tersebut antara lain seperti kemudahan dalam aspek pengalokasian alamat dan penomoran ulang  jaringan ketika mengganti  penyedia konektivitas internet.

Perbandingan IPv6 dengan IPv4

IPv6 memiliki header yang berbeda dibandingkan IPv4.

perbandingan header IPv6 dengan IPv4

sesuai gambar tersebut, header IPv6 lebih sederhana dari IPv4. Field-field pada header IPv6 dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :

1. Version : field 4 bit yang menunjukkan versi Internet Protokol, yaitu 6.

2. Prior : field 4 bit yang menunjukkan nilai prioritas. Field ini memungkinkan pengirim paket mengidentifikasi prioritas yang diinginkan untuk paket yang dikirimkan, relatif terhadap paket-paket lain dari pengirim yang sama.

3. Flow Label : field 24 bit yang digunakan oleh pengirim untuk memberi label pada paket-paket yang membutuhkan penanganan khusus dari router IPv6, seperti quality of service yang bukan default, misalnya service-service yang bersifat real-time.

4. Payload Length : field berisi 16 bit yang menunjukkan panjang payload, yaitu sisa paket yang mengikuti header IPng, dalam oktet.

5. Next Header : field 8 bit yang berfungsi mengidentifikasi header berikut yang mengikuti header IPv6 utama.

6. Hop Limit field berisi 8 bit unsigned integer. Menunjukkan jumlah link maksimum yang akan dilewati paket sebelum dibuang. Paket akan dibuang bila Hop Limit berharga nol.

7. Source Address : field 128 bit, menunjukkan alamat pengirim paket.

8. Destination Address : field 128 bit, menunjukkan alamat penerima paket.

Perbandingan mengenai bagian-bagian dalam IPv6 dan IPv4 juga dapat ditunjukkan dengan tabel berikut:

Perbandingan IPv6 dengan IPv4
Perbandingan IPv6 dengan IPv4

Pengalamatan IPv6

Pengalamatan 128-bit address space pada IPv6 memungkinkan 2128, or 340,282,366,920,938,463,463,374,607,431,768,211,456 buah alamat IP. Pengalamatan sepanjang 128-bit ini dirancang untuk dibagi-bagi ke dalam hirarki unicast routing domains yang mencerminkan topology internet modern. penggunaan ini memungkinkan berbagai tingkat hirarki dan fleksibilitas dalam merancang dan menangani hirarki unicast routing yang saat ini masih kurang di internet berbasis IPv4.

Ada 3 cara atau format penulisan IPv6 address, yaitu :

1. Preffered, atau cara penulisan formal. Format penulisan preffered merupakan cara penulisan yang formal, yaitu menggunakan 8 segmen bilangan heksadesimal yang masing-masing segmennya dipisahkan dengan tanda titik dua atau “:”. contoh

F10A:B000:0000:1201:9812:7341:2312:0AC1

Format penulisan dalam bentuk x:x:x:x:x:x:x:x ini disebut dengan colon-hexadecimal format. bentuk bilangan binernya didapat dengan mengkonversi masing-masing bagian segmen menjadi bilangan 16 bit.

2. Compressed, cara kompresi atau penyingkatan. Format penulisan compressed digunakan untuk IP address yang beberapa segmennya menggunakan sejumlah bilangan 0. sehingga 1024:0176:0251:0000:0000:0000:0000:0005dapat disingkat menjadi  1024:0176:0251:0:0:0:0:5 atau 1024:176:251::5. dengan catatan bahwa penyingkatan sederetan “0″ pada penulisan hanya dapat dilakukan pada satu bagian deretan pada alamat heksadesimal tersebut.

3. Mixed, atau cara gabungan. Format penulisan mixed atau gabungan merupakan format penulisan yang digunakan dalam lingkungan gabungan IPv4 dengan IPv6. Alamat ini dapat didefinisikan dengan format x:x:x:x:x:x:d.d.d.d. terdapat 6 segmen bilangan heksa desimal yang dipisahkan dengan “:” dan 4 segmen bilangan desimal 8 bit yang dipisahkan dengan tanda “.”.

Jenis-Jenis Alamat IPv6

IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:

  • Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.
  • Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasione-to-many.
  • Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.

Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat berikut:

  • Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.
  • Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.
  • Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.

Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat

unicast address

Alamat IPv6 unicast dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:

  • Alamat unicast global
  • Alamat unicast site-local
  • Alamat unicast link-local
  • Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address)
  • Alamat unicast loopback
  • Alamat unicast 6to4
  • Alamat unicast ISATAP

Penjelasan lebih lanjut mengenai IPv6 dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/IPv6_address dan http://en.wikipedia.org/wiki/IPv6

Penggunaan IPv6 di ITB

ITB telah mulai melakukan pengembangan IPv6 sejak tahun 2001, melalui program SOI-ASIA. SOI-ASIA merupakan program yang memfaatkan internet berbasis satelit untuk menyediakan lingkungan internet yang lebih murah, mudah diterapkan, dan cara lebih mungkin untuk dilakukan untuk universitas yang lingkungan internetnya memerlukan pengembangan lebih. sedangkan pada tahun 2007 ITB telah meminta IPv6 address ke APNIC, lembaga yang berwenang terhadap pengalokasian IP address untuk daerah Asia-Pasifik . Sekarang IPv6 sudah dapat dinikmati di lingkungan kampus ITB. Berikut ini keterangan yang diambil dari http://ipv6.itb.ac.id

Layanan Internet di jaringan kampus ITB yang sampai saat ini telah disiapkan untuk mendukung penggunaan IPv6 adalah sebagai berikut :

1. Layanan siap pakai

Layanan berikut sudah bisa digunakan dengan menggunakan konektivitas IPv6 :

a. Layanan Email

Semua Mail Exchanger (MX) di ITB sudah IPv6 ready

b. Layanan DNS

Semua DNS server ITB telah menyediakan informasi database DNS IPv6 (AAAA record) untuk semua layanan yang telah IPv6 ready.

c. Layanan web (HTTP)

Beberapa situs di lingkungan jaringan kampus ITB telah IPv6 ready antara lain :

http://www.itb.ac.id

http://weblog.ipv6.itb.ac.id

http://ipv6.itb.ac.id

http://students.itb.ac.id

http://kuliah.itb.ac.id

http://rileks6.comlabs.itb.ac.id

http://www.comlabs.itb.ac.id

http://telecommunication.itb.ac.id

http://www.arc.itb.ac.id

http://www.soi.itb.ac.id

d. Layanan FTP

Beberapa FTP server utama ITB dan FTP server unity di jaringan kampus ITB yang telah IPv6 ready adalah :

ftp://ftp.itb.ac.id

ftp://ftp6.comlabs.itb.ac.id

ftp://ftp6.rileks.comlabs.itb.ac.id

e. Layanan multimedia streaming multicast IPv6

Kuliah jarak jauh School On Internet telah diselenggarakan secara aktif di ITB dengan menggunakan konektivitas IPv6 Multicast.

Untuk mencoba layanan IPv6 multicast streaming pengguna Internet ITB bisa menerima stream testing pada alamat multicast    ff38:20:2001:d30:3::1234 port 1234 (VLC Player)

2. Layanan eksperimental

a. Layanan Proxy/Cache

ITB mempunyai server proxy yang bisa diakses dengan konektivitas IPv6 dari client. Namun untuk konektivitas dari server proxy ke alamat IPv6 di Internet masih dalam tahap eksperimental.

ITB IPv6 Proxy server : cache4.itb.ac.id

b. Layanan DHCPv6

Layanan DHCPv6 telah disediakan dalam tingkat eksperimental.

Untuk mencoba layanan DHCPv6 (pengguna *N*X dan Vista) pengguna Internet ITB bisa melakukan akses dari network unity Comlabs USDI ITB.

c. Layanan Campus Internet TV

Layanan TV over IP dengan konektivitas IPv6 masih dalam tahap pembangunan.

sumber:

1 http://en.wikipedia.org/wiki/IPv6

2 http://ipv6.itb.ac.id/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s